Wadanpushidrosal Menghadiri Taklimat Akhir Audit Ketaatan dan Audit Kinerja Itjen TNI periode II TA 2025
Jakarta, 5 Juni 2025,---Wakil Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Wadanpushidrosal) Laksamana Muda TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., mewakili Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., menghadiri Taklimat Akhir Audit Ketaatan dan Audit Kinerja Itjen TNI periode II TA 2025 bertempat di ruang rapat Gedung Jenderal TNI Umar Wirahadikusuma Makodam Jaya, Cililitan Jakarta Timur, Rabu (4/6/2025).
Taklimat Akhir Audit Ketaatan dan Audit kinerja Itjen TNI periode II TA 2025 di Komando/Satuan TNI Wilayah DKI, Wadanpushidrosal di damping Irpushidrosal Laksamana Pertama TNI Nanang Permadi, S.E., dimana kegiatan tersebut telah dilaksanakan tanggal 16 Mei hingga 4 Juni 2025 yang berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.
Inspektur Jenderal (Itjen) TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa dalam sambutan tertulisnya mengatakan, kedatangan Tim Itjen TNI bertujuan untuk memberikan Solusi dan pemecahan masalah yang terjadi di satuan dimana ujungnya adalah menumbuhkan semangat perubahan dalam menciptakan manajemen serta birokrasi yang bersih, akuntabel dan transparan.
Dari hasil pemeriksaan, Tim telah menghimpun 51 temuan dengan 86 rekomendasi dimana hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 sejumlah 45 temuan dan 136 rekomendasi. Itjen TNI menekankan kepada para unsur Pangkotama, Dansat, para pejabat Inspektorat untuk berperan aktif menyelesaikan temuan-temuan yang disampaikan oleh Tim audit dalam waktu yang secepat-cepatnya sehingga tidak menjadi permasalahan Ketika menghadapi pemeriksaan dari Lembaga eksternal di luar TNI.
Beberapa temuan yang ada seperti penyelenggaraan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG, Satgas Banmin, Satgas Kes, Satgas Ter Koops Swasembada, dimana satgas tersebut telah selesai melaksanakan Pratugas namun dukungan anggaran belum diterima oleh Pusdiklatpassus yang tentunya sangat berpengaruh terhadap mekanisme Latihan dan pencapaian tujuan serta sasaran Latihan.
Lebih lanjut, Presiden sangat konsen terhadap penyelesaian masalah Papua dengan membentuk berbagai Satgas sehingga dukungan anggaran operasi maupun Pratugas menjadi prioritas utama. Disamping itu, bagi kotama-kotama yang mempunyai permasalahan dan berpotensi berkembang lebih besar dikemudian hari agar terus berkolaborasi dengan Itjen TNI sehingga ditemukan Solusi yang terbaik.




