EAHC MSDI WG-5, PERKUAT EKOSISTEM DATA SPASIAL KELAUTAN REGIONAL MELALUI VISI BARU DAN KEPEMIMPINAN TERBARU
Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menghadiri East Asia Hydrographic Commission Marine Spatial Data Infrastructures Working Group (EAHC MSDI WG-5) yang sukses diselenggarakan selama tiga hari, pada 21–23 Oktober 2025, di Ocean Suites Jeju Hotel, Cherry Hall, Korea Selatan.
Pertemuan strategis ini diikuti oleh 24 peserta dari tujuh negara anggota, yaitu Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Republik Korea, dan Tiongkok, melalui format hibrida (luring dan daring). Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi dan harmonisasi pengelolaan data spasial kelautan di kawasan Asia Timur.
Acara resmi dibuka oleh perwakilan tuan rumah, Republik Korea, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua EAHC MSDI WG-5, Asisten Operasi Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T., mewakili Indonesia, yang menekankan pentingnya komitmen kolektif antar negara dalam membangun dan mengelola data spasial kelautan secara terbuka, terpercaya, dan berkelanjutan.
Agenda hari pertama mencakup pengesahan jadwal kegiatan, peninjauan laporan EAHC MSDIWG-4, laporan IHO–Singapore Innovation Lab, serta penyampaian National Report dari masing-masing negara peserta. Dalam sesi tersebut, delegasi Indonesia mengusulkan agar pelatihan MSDI versi KHOA dimasukkan sebagai bagian dari program TRDC-BOD pada konferensi EAHC mendatang.
Hari kedua difokuskan pada pembahasan isu strategis IRCC-17 dan IHO MSDIWG-16, termasuk Proyek S-122 Marine Protected Areas (MPA), rencana Regional Capacity Building Training periode 2025–2027, serta eksplorasi potensi kerja sama dengan Bank Dunia dalam mendukung penguatan kapasitas pengelolaan data spasial kelautan.
Puncak kegiatan pada hari ketiga ditandai dengan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua baru, di mana Singapura terpilih sebagai Chair dan Filipina sebagai Vice Chair. Selain itu, forum juga menyepakati visi baru EAHC MSDI WG yang menjadi arah pengembangan kawasan “To build an open, interoperable, and trusted marine spatial data ecosystem for the East Asia region to advance safety, sustainability, and the blue economy.”
Pertemuan ini menghasilkan enam keputusan utama, antara lain persetujuan format baru National Report dan amandemen Terms of Reference (ToR), yang akan disirkulasikan melalui Circular Letter. Sebagai langkah lanjutan, disepakati bahwa pertemuan EAHC MSDI WG-6 akan dilaksanakan di Filipina pada triwulan ketiga tahun 2026.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Pushidrosal menegaskan peran strategis Indonesia dalam memperkuat jejaring kerja sama hidro-oseanografi regional serta kontribusinya dalam membangun ekosistem data spasial kelautan yang modern, terbuka, dan mendukung keberlanjutan blue economy kawasan Asia Timur.




