Pushidrosal Hadiri Kegiatan CHSE Harbour Phase 2025
Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menghadiri kegiatan CHSE Harbour Phase 2025 yang menjadi ajang strategis dalam mempererat kerja sama bidang hidro-oseanografi antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam mendukung keselamatan navigasi dan keamanan maritim di kawasan.
Kehadiran delegasi Pushidrosal dipimpin oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., yang melaksanakan sejumlah kegiatan penting bersama unsur Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy) antara lain kunjungan ke HMAS Leeuwin, dilaksanakan diskusi mendalam mengenai kemampuan survei yang dimiliki kapal tersebut. Selain itu, dibahas pula rencana pelaksanaan latihan survei bersama pada tahun 2027, dengan mempertimbangkan kemungkinan HMAS Leeuwin yang sudah tidak aktif pada periode tersebut.
Rombongan pejabat senior kemudian melaksanakan kunjungan ke KRI Spica-934, salah satu unsur kapal survei Pushidrosal. Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan ship tour untuk meninjau langsung peralatan survei yang dimiliki, serta penyampaian progres akuisisi data tahap pertama oleh tim survei Pushidrosal. Kegiatan ini menunjukkan kemampuan operasional Pushidrosal dalam mendukung misi survei hidrografi dan pemutakhiran data laut nasional.
Selanjutnya, Danpushidrosal bersama Hydrographer of Australia (AHO) melaksanakan Courtesy Call sekaligus pertemuan dengan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VII, dibahas sejumlah topik penting, antara lain perbedaan struktur organisasi Pushidrosal dan Australian Hydrographic Office (AHO), serta peran vital data hidrografi dalam mendukung konsep Seabed Warfare, terutama dalam konteks antisabotase pipa dan kabel bawah laut.
Selain itu, turut dibahas usulan variasi lokasi pelaksanaan Harbour Phase di masa mendatang, termasuk kemungkinan penyelenggaraan di Lanal Labuan Bajo, yang berada di bawah jajaran Kodaeral VII.
Rangkaian selanjutnya kunjungan kehormatan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, dimana dalam kesempatan tersebut, Danpushidrosal menyampaikan peran strategis Pushidrosal dalam menyediakan Peta Laut Indonesia yang memiliki legalitas resmi dan dapat digunakan untuk mendukung penyelesaian berbagai permasalahan di laut.
Danpushidrosal juga mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam penyampaian data perubahan fitur laut untuk memastikan peta laut nasional selalu mutakhir dan akurat.
Gubernur NTT menyambut baik peran dan kontribusi Pushidrosal, serta menyampaikan harapan agar TNI AL, melalui Pushidrosal, dapat turut membantu Pemerintah Provinsi NTT dalam menjaga kawasan konservasi laut dari potensi kerusakan.




