Pushidrosal dan PT Pelindo Tanda Tangani PKS, Perkuat Sinergi untuk Keselamatan Navigasi dan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan
Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka memperkuat sinergi strategis di bidang keselamatan navigasi dan pengembangan fasilitas pelabuhan bertaraf internasional. Penandatanganan bertempat di Kantor Pusat Pelindo, Jakarta Utara, Senin (17/11).
Acara ini dihadiri oleh Danpushidrosal Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., beserta jajaran, antara lain Wadanpushidrosal, Asrena Danpushidrosal, Asops Danpushidrosal, Aspamkersamtas Danpushidrosal, Kadiskum Pushidrosal, serta perwakilan Perwira Srena Mabesal, sedangkan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pesero) hadir Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Bapak Arif Suhartono, Group Head Fasilitas Pelabuhan, Group Head Sekretariat Perusahaan, Group Head Hukum, dan jajaran manajemen Pelindo.
Dalam kesempatan tersebut, Danpushidrosal menjelaskan penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian BUMN dan TNI, yang menegaskan pentingnya sinergi antara institusi negara dan bumn dalam mendukung pembangunan nasional. Melalui PKS ini, kita berkomitmen untuk melaksanakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi secara terpadu, melakukan pemutakhiran peta laut indonesia dan publikasi nautika, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang hidro-oseanografi, serta memanfaatkan sarana dan prasarana secara bersama untuk kepentingan bangsa.
Lebih lanjut, kolaborasi ini sejalan dengan tugas pokok Pushidrosal dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, serta mendukung kepentingan militer maupun sipil. Semangat kebersamaan, transparansi, dan profesionalisme, kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.
Selain itu, Pelindo menyampaikan harapan besar bahwa kerja sama ini dapat membawa dampak nyata, terutama dalam meningkatkan kapasitas alih muat (transhipment) di Indonesia sehingga mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura.




