Pushidrosal Tegaskan Peran Strategis Hidrografi dalam Pertahanan dan Pembangunan Nasional
Jakarta, 4 Desember 2025—Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) kembali menegaskan peran sentralnya dalam mendukung pertahanan negara dan pembangunan nasional melalui penyediaan data serta informasi hidro-oseanografi yang akurat, mutakhir, dan berstandar internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., dalam paparan bertema “Peran Satuan TNI AL dalam Mendukung Hidrografi untuk Pertahanan dan Pembangunan Nasional” pada Apel Komandan Satuan (AKS) TNI Angkatan Laut Tahun 2025 bertempat di Graha Samudera Morokrembangan, Surabaya, Rabu 3 Desember 2025.
Sebagai lembaga hidrografi militer sekaligus hidrografi nasional, Pushidrosal telah mengalami perjalanan panjang sejak penunjukan Djawatan Hidrografi pada tahun 1951 hingga penguatan kelembagaan melalui Perpres Nomor 84 Tahun 2025. Transformasi tersebut menempatkan Pushidrosal sebagai otoritas tunggal bidang peta laut Indonesia serta pusat rujukan nasional untuk informasi keselamatan navigasi.
Dalam mendukung operasi dan kepentingan militer, Pushidrosal melaksanakan berbagai kegiatan survei strategis seperti survei pangkalan TNI AL, survei pantai pendaratan, pembuatan peta militer, hingga analisis daerah operasi. Data dan informasi yang dihasilkan menjadi landasan penting dalam perencanaan operasi, penentuan area latihan, hingga keselamatan navigasi unsur-unsur KRI di seluruh wilayah operasi.
Di sisi lain, kontribusi Pushidrosal terhadap kepentingan publik dan pembangunan nasional juga mencakup penyusunan peta laut Indonesia, buku-buku nautika, pengelolaan informasi keselamatan maritim (MSI), serta pemetaan untuk infrastruktur pesisir dan laut. Pushidrosal juga memimpin Tim Nasional Penataan Pipa dan Kabel Bawah Laut serta berperan aktif dalam berbagai forum hidrografi internasional, termasuk sebagai anggota Dewan IHO.
Pemanfaatan sistem Informasi Hidrografi Data Center (IHDC) dan jaringan Stasiun Pasang Surut Telemetri menjadi bukti komitmen Pushidrosal dalam modernisasi data kemaritiman. Data real-time pasang surut yang tersebar di berbagai wilayah menjadi komponen penting bagi keselamatan pelayaran dan perencanaan pembangunan fasilitas pangkalan TNI AL. Pada tahun 2026, Pushidrosal merencanakan penambahan 10 stasiun telemetri untuk memperluas cakupan pemantauan.
Lebih lanjut, Danpushidrosal menekankan pentingnya kolaborasi antara satuan TNI AL kewilayahan dengan Pushidrosal dalam pengumpulan dan pelaporan informasi hidrografi. Hal ini mencakup deteksi perubahan lingkungan laut, temuan bahaya navigasi, kegiatan reklamasi, hingga aktivitas ilegal seperti survei bawah air tanpa izin. Penguatan pemahaman personel TNI AL tentang MSI juga diusulkan untuk masuk ke dalam kurikulum lembaga pendidikan TNI AL.
Di akhir paparannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa penguatan organisasi diperlukan agar kontribusi satker TNI AL dalam mendukung hidrografi semakin optimal. Salah satunya melalui usulan pembentukan jabatan Pabandya Hidros di jajaran Koarmada dan Kodaeral di bawah Sops Kotama.




