post-image

Pushidrosal Gelar Apel Khusus, Tekankan Ketaqwaan, Disiplin, dan Transformasi Teknologi Hidro-Oseanografi

Jakarta, 6 April 2026,---Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar apel khusus yang diikuti oleh Pejabat Utama dan seluruh personel baik Perwira, Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pushidrosal bertempat di lapangan apel Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin 6 April 2026.


Apel tersebut dipimpin oleh Wakil Komandan Pushidrosal, Laksamana Muda TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., mewakili Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M.


Dalam pengarahannya, Wadanpushidrosal menegaskan pentingnya meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Ketaqwaan, menjadi landasan moral yang akan membentuk pengendalian diri dan profesionalisme prajurit, sehingga nilai-nilai dasar TNI Angkatan Laut, yakni disiplin, hierarki, dan kehormatan militer, dapat diimplementasikan secara optimal dalam setiap lini pengabdian.


Lebih lanjut, Wadanpushidrosal mengingatkan kepada seluruh personel agar senantiasa bijak dalam bersikap di tengah sorotan publik, khususnya di era media sosial yang dinamis. Setiap prajurit diharapkan mampu menjaga sikap dan perilaku, termasuk dalam hal sederhana seperti menaati peraturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya, sebagai wujud keteladanan institusi di tengah masyarakat.


Dalam konteks pengembangan organisasi, tahun 2026 disebut sebagai tonggak awal transformasi teknologi peta laut elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) yang ditargetkan rampung hingga tahun 2032. Proses pembaruan ini akan diawali dengan implementasi standar S-100 secara bertahap. Oleh karena itu, seluruh personel Pushidrosal diharapkan memiliki pemahaman terhadap sistem tersebut, mengingat modernisasi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satker tertentu, melainkan kewajiban bersama.


Selain itu, Pushidrosal juga akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait dalam pelaksanaan tugas, di antaranya dengan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) dalam mendukung proyek pembangunan Giant Sea Wall, serta kegiatan rutin lainnya seperti survei dan pemetaan jalur pipa dan kabel bawah laut. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas hasil kerja hidro-oseanografi nasional.