KRI Canopus-936 Bertolak dari Lagos Menuju Cape Town, Lanjutkan Operasi Dhruva Samudra-26 Etape III
Jakarta, 7 April 2026,---Kapal Perang Republik Indonesia KRI Canopus-936 dengan komandan Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W., melaksanakan keberangkatan dari perairan Lagos, Nigeria pada Sabtu (4/4) waktu setempat, melanjutkan pelayaran menuju Cape Town, Afrika Selatan dalam rangka Operasi Dhruva Samudra-26 Etape III.
Kapal yang mengemban tugas survei dan pemetaan hidro-oseanografi tersebut berlayar dengan kekuatan 95 personel, terdiri dari 92 Anak Buah Kapal (ABK) serta 3 personel non-ABK yang meliputi satu dokter dan dua tenaga technical assistance.
Selama pelayaran di Samudra Atlantik Selatan, KRI Canopus-936 dijadwalkan melintasi garis khatulistiwa (lintang 0 derajat). Momen tersebut akan diisi dengan pelaksanaan tradisi mandi khatulistiwa, sebuah ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun di kalangan pelaut, khususnya prajurit TNI Angkatan Laut.
Tradisi mandi khatulistiwa ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap lautan serta menjadi penanda bagi para prajurit yang untuk pertama kalinya melintasi garis ekuator sebagai pelaut sejati sekaligus menjadi ajang pembinaan mental dan kebersamaan antar prajurit. Kegiatan tersebut biasanya diwarnai dengan prosesi adat khas pelaut, yang tidak hanya sarat nilai tradisi, tetapi juga membangun semangat juang, solidaritas, dan jiwa korsa di antara seluruh awak kapal.
Keberangkatan ini menandai komitmen berkelanjutan TNI Angkatan Laut, khususnya Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), dalam mendukung misi survei dan pemetaan hidro-oseanografi di perairan internasional, dengan semangat Jalesveva Jayamahe, KRI Canopus-936 terus melaju menembus samudra, mengemban tugas negara, serta membawa nama baik Indonesia di pentas dunia maritim internasional.




